Cara Membuat Kompos untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Praktis

Belajar cara membuat kompos sendiri di rumah dengan mudah dan efektif. Kompos adalah pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan.

Cara Membuat Kompos untuk Pemula

Kompos adalah pupuk organik yang berasal dari penguraian sampah organik, seperti sisa makanan, daun, ranting, kulit buah, kotoran hewan, dan lain-lain. Kompos memiliki banyak manfaat bagi tanaman, seperti meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, menambah kandungan hara dan mikroorganisme tanah, mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman, dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Membuat kompos sendiri di rumah tidaklah sulit. Anda hanya memerlukan beberapa bahan dan alat yang mudah didapatkan, serta sedikit kesabaran dan ketelatenan. Dengan membuat kompos sendiri, Anda tidak hanya bisa menyuburkan tanaman Anda, tetapi juga bisa mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau ke sungai. Selain itu, Anda juga bisa menghemat biaya pembelian pupuk kimia yang mungkin berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui sebelum membuat kompos:

PoinKeterangan
Bahan komposBahan kompos adalah sampah organik yang bisa terurai secara alami. Bahan kompos dibagi menjadi dua jenis, yaitu bahan hijau dan bahan coklat. Bahan hijau adalah bahan yang mengandung banyak nitrogen, seperti sisa makanan, rumput, daun segar, kulit buah, kotoran hewan herbivora, dan lain-lain. Bahan coklat adalah bahan yang mengandung banyak karbon, seperti daun kering, jerami, serbuk gergaji, kertas bekas, tisu bekas, dan lain-lain.
Perbandingan bahan komposPerbandingan ideal antara bahan hijau dan bahan coklat adalah 1:2 atau 1:3. Artinya, untuk setiap satu bagian bahan hijau, Anda perlu menambahkan dua atau tiga bagian bahan coklat. Perbandingan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara nitrogen dan karbon dalam kompos. Jika terlalu banyak bahan hijau, kompos akan menjadi basah dan berbau busuk. Jika terlalu banyak bahan coklat, kompos akan menjadi kering dan lambat terurai.
Ukuran bahan komposUkuran bahan kompos sebaiknya dipotong-potong menjadi kecil-kecil agar proses penguraian menjadi lebih cepat dan merata. Anda bisa menggunakan pisau dapur, gunting taman, atau mesin cacah untuk memotong bahan kompos menjadi ukuran sekitar 2-5 cm.
InokulanInokulan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam kompos untuk mempercepat proses penguraian dengan menyediakan mikroorganisme pengurai. Inokulan bisa berupa tanah subur, pupuk kandang matang, kompos jadi, atau aktivator kompos yang bisa dibeli di toko pertanian. Aktivator kompos biasanya berupa larutan EM4 (Effective Microorganism 4) yang mengandung bakteri asam laktat, ragi, fotosintetik bakteri, dan aktinomisetes.
Wadah komposWadah kompos adalah tempat untuk menampung bahan kompos selama proses penguraian berlangsung. Wadah kompos bisa berupa tong plastik besar, drum bekas, kotak kayu palet, keranjang bambu, lubang tanah berterpal, atau tempat sampah berlubang. Wadah kompos sebaiknya memiliki tutup untuk mencegah masuknya hujan atau hewan pengganggu. Wadah kompos juga sebaiknya memiliki lubang udara untuk memasukkan oksigen ke dalam kompos. Oksigen sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme pengurai untuk melakukan aktivitasnya.

Langkah-langkah Membuat Kompos

Setelah menyiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan, Anda bisa mulai membuat kompos dengan langkah-langkah berikut:

  1. Cacah bahan kompos menjadi ukuran kecil-kecil dengan pisau, gunting, atau mesin cacah. Pisahkan bahan hijau dan bahan coklat dalam wadah yang berbeda.
  2. Siapkan wadah kompos yang sudah dibersihkan dan dikeringkan. Pastikan wadah kompos memiliki tutup dan lubang udara yang cukup.
  3. Masukkan bahan kompos ke dalam wadah kompos dengan cara berselang-seling antara bahan hijau dan bahan coklat. Perbandingannya adalah 1:2 atau 1:3, tergantung pada ketersediaan bahan. Setiap lapisan bahan kompos sebaiknya memiliki ketebalan sekitar 10-15 cm.
  4. Tambahkan inokulan ke setiap lapisan bahan kompos. Inokulan bisa berupa tanah, pupuk kandang, kompos jadi, atau aktivator kompos. Jika menggunakan aktivator kompos, larutkan terlebih dahulu dengan air sesuai dengan petunjuk penggunaan. Biasanya, perbandingannya adalah 20 ml aktivator kompos untuk setiap 1 liter air. Siramkan larutan aktivator kompos ke setiap lapisan bahan kompos secara merata.
  5. Ulangi langkah 3 dan 4 hingga wadah kompos terisi penuh atau bahan kompos habis. Pastikan lapisan terakhir adalah bahan coklat untuk menutupi bahan hijau yang lebih mudah membusuk dan berbau.
  6. Tutup rapat wadah kompos dan letakkan di tempat yang teduh dan kering. Jauhkan dari sinar matahari langsung atau hujan yang bisa mengganggu proses penguraian.
  7. Balik atau aduk bahan kompos setiap 3-5 hari sekali dengan menggunakan garpu taman, sekop, atau alat lain yang sesuai. Tujuannya adalah untuk mengudara dan meratakan suhu, kelembaban, dan mikroorganisme dalam kompos. Jika bahan kompos terlalu basah, tambahkan bahan coklat untuk menyerap kelembaban. Jika terlalu kering, siram dengan air secukupnya.
  8. Amati perkembangan bahan kompos dari waktu ke waktu. Kompos yang sudah matang biasanya memiliki warna hitam atau coklat tua, tekstur remah, aroma tanah, dan suhu yang sama dengan suhu udara. Proses pengomposan bisa memakan waktu antara 2-6 bulan, tergantung pada jenis dan ukuran bahan kompos, perbandingan antara bahan hijau dan coklat, inokulan yang digunakan, serta frekuensi pengadukan.

Tips dan Trik Membuat Kompos

Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang bisa Anda lakukan untuk membuat kompos lebih mudah dan efektif:

DoDon't
Gunakan bahan kompos yang bervariasi dan seimbang antara bahan hijau dan bahan coklat. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kompos yang dihasilkan.Jangan gunakan bahan kompos yang mengandung bahan kimia, seperti pestisida, herbisida, atau obat-obatan. Hal ini bisa merusak mikroorganisme pengurai dan mengkontaminasi tanah dan tanaman.
Gunakan inokulan yang sesuai dengan jenis bahan kompos yang digunakan. Hal ini akan mempercepat proses penguraian dan menghasilkan kompos yang lebih subur.Jangan gunakan kotoran hewan karnivora, seperti anjing, kucing, atau ular. Hal ini bisa menyebabkan penyebaran penyakit dan parasit yang berbahaya bagi manusia dan tanaman.
Balik atau aduk bahan kompos secara rutin untuk mengudara dan meratakan suhu, kelembaban, dan mikroorganisme dalam kompos. Hal ini akan mencegah terjadinya pembusukan atau pembakaran dalam kompos.Jangan biarkan bahan kompos terlalu basah atau terlalu kering. Hal ini bisa menghambat proses penguraian dan mengurangi kualitas kompos.
Gunakan wadah kompos yang memiliki tutup dan lubang udara yang cukup. Hal ini akan melindungi bahan kompos dari gangguan hujan atau hewan, serta memasukkan oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pengurai.Jangan letakkan wadah kompos di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau hujan. Hal ini bisa menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban yang ekstrem dalam kompos.

Cara Menggunakan Kompos

Setelah kompos matang, Anda bisa menggunakan kompos untuk menyuburkan tanaman Anda dengan cara-cara berikut:

  • Campurkan kompos dengan tanah dalam perbandingan 1:4 atau 1:5. Gunakan campuran ini untuk menanam bibit atau menabur benih tanaman.
  • Taburkan kompos di sekitar batang tanaman dengan ketebalan sekitar 2-5 cm. Ini akan membantu menjaga kelembaban tanah dan mencegah pertumbuhan gulma.
  • Siramkan air secukupnya ke atas kompos agar meresap ke dalam tanah. Ini akan membantu menyebarkan hara dan mikroorganisme dari kompos ke tanah.
  • Ulangi penggunaan kompos setiap 2-3 bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan tanaman Anda.

FAQ tentang Membuat Kompos

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang membuat kompos beserta jawabannya:

  • Apa bedanya kompos dengan pupuk kandang?
    • Kompos adalah pupuk organik yang berasal dari penguraian berbagai jenis sampah organik, sedangkan pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan saja. Kompos memiliki kandungan hara dan mikroorganisme yang lebih beragam dan seimbang daripada pupuk kandang.
  • Apa saja manfaat menggunakan kompos?
    • Kompos memiliki banyak manfaat bagi tanaman, seperti meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan tekstur tanah, menambah kandungan hara dan mikroorganisme tanah, mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman, dan meningkatkan kualitas hasil panen.
  • Apa saja tantangan dalam membuat kompos?
    • Beberapa tantangan dalam membuat kompos adalah mencari bahan kompos yang cukup dan seimbang, menyiapkan wadah kompos yang sesuai, mengatur suhu dan kelembaban dalam kompos, serta mengawasi perkembangan bahan kompos dari waktu ke waktu.
  • Bagaimana cara mengatasi bau busuk pada kompos?
    • Bau busuk pada kompos biasanya disebabkan oleh terlalu banyak bahan hijau atau terlalu basah. Anda bisa mengatasi bau busuk dengan menambahkan bahan coklat atau bahan kering untuk menyerap kelembaban, serta mengaduk bahan kompos untuk mengudara dan meratakan suhu dan mikroorganisme dalam kompos.
  • Bagaimana cara mengatasi bahan kompos yang tidak terurai?
    • Bahan kompos yang tidak terurai biasanya disebabkan oleh terlalu banyak bahan coklat atau terlalu kering. Anda bisa mengatasi bahan kompos yang tidak terurai dengan menambahkan bahan hijau atau bahan basah untuk menambah kelembaban, serta menambahkan inokulan atau aktivator kompos untuk mempercepat proses penguraian.
bahan kompos FAQ kompos inokulan membuat kompos penggunaan kompos pupuk organik wadah kompos
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar