Cara Menanam Anggur di Pekarangan Rumah untuk Pemula: Tips dan Langkah-Langkah Lengkap

Ingin menikmati buah anggur segar dari pohon sendiri? Simak artikel ini untuk mengetahui cara menanam anggur di pekarangan rumah untuk pemula dengan m

Cara Menanam Anggur di Pekarangan Rumah untuk Pemula

Anggur adalah salah satu buah yang banyak disukai orang karena rasanya yang manis dan segar. Selain itu, anggur juga memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti mengandung antioksidan, vitamin, mineral, dan serat. Anggur juga bisa diolah menjadi berbagai produk, seperti jus, selai, anggur kering, dan wine.

Namun, tahukah Anda bahwa anggur juga bisa ditanam di pekarangan rumah Anda? Ya, dengan sedikit usaha dan perawatan, Anda bisa menikmati buah anggur segar dari pohon sendiri. Tentu saja, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar tanaman anggur Anda tumbuh subur dan berbuah lebat.

Berikut ini adalah beberapa tips dan langkah-langkah cara menanam anggur di pekarangan rumah untuk pemula.

Key Takeaway

  • Anggur adalah buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan bisa ditanam di pekarangan rumah.
  • Pilih jenis anggur yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di tempat Anda tinggal.
  • Siapkan lahan yang gembur, subur, dan drainase baik untuk menanam bibit anggur.
  • Pasang para-para atau tiang penyangga untuk tempat merambat tanaman anggur.
  • Lakukan penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama secara rutin dan tepat.
  • Panen buah anggur ketika sudah matang sempurna dan simpan dengan baik.

Pilih Jenis Anggur yang Sesuai

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum menanam anggur adalah memilih jenis anggur yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di tempat Anda tinggal. Hal ini penting karena setiap jenis anggur memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Secara umum, ada dua kelompok besar jenis anggur, yaitu:

  • Anggur meja (table grape), yaitu jenis anggur yang dikonsumsi langsung sebagai buah segar. Contohnya adalah varietas Red Globe, Flame Seedless, Thompson Seedless, dan Manicure Finger.
  • Anggur wine (wine grape), yaitu jenis anggur yang diolah menjadi wine atau minuman beralkohol. Contohnya adalah varietas Cabernet Sauvignon, Merlot, Chardonnay, dan Riesling.

Selain itu, ada juga beberapa jenis anggur lokal yang cocok untuk ditanam di Indonesia, seperti:

  • Anggur Jawa (Vitis javanica), yaitu jenis anggur asli Indonesia yang tumbuh liar di hutan-hutan Jawa. Buahnya berwarna hijau kekuningan dengan rasa asam manis.
  • Anggur Medan (Vitis vinifera x Vitis labrusca), yaitu jenis anggur hasil persilangan antara anggur Eropa (Vitis vinifera) dengan anggur Amerika (Vitis labrusca). Buahnya berwarna merah keunguan dengan rasa manis dan aroma khas.
  • Anggur Bali (Vitis vinifera x Vitis javanica), yaitu jenis anggur hasil persilangan antara anggur Eropa (Vitis vinifera) dengan anggur Jawa (Vitis javanica). Buahnya berwarna hijau keputihan dengan rasa manis dan sedikit asam.

Untuk menentukan jenis anggur yang paling cocok untuk Anda tanam, Anda bisa mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • Iklim. Anggur adalah tanaman subtropis yang menyukai iklim sedang dengan musim kemarau panjang. Namun, ada juga beberapa jenis anggur yang tahan terhadap iklim tropis dengan curah hujan tinggi. Anda bisa memilih jenis anggur yang sesuai dengan iklim di tempat Anda tinggal atau menciptakan mikro iklim dengan menggunakan naungan atau atap plastik.
  • Tanah. Anggur adalah tanaman yang tidak terlalu memilih tanah asalkan gembur, subur, dan drainase baik. Namun, ada juga beberapa jenis anggur yang lebih cocok dengan tanah tertentu, seperti tanah berpasir, tanah berkapur, atau tanah berbatu. Anda bisa memilih jenis anggur yang sesuai dengan tanah di pekarangan Anda atau memperbaiki kualitas tanah dengan menambahkan pupuk organik atau kapur.
  • Tujuan. Anggur adalah tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, seperti dikonsumsi langsung, diolah menjadi jus, selai, anggur kering, atau wine. Anda bisa memilih jenis anggur yang sesuai dengan tujuan Anda menanamnya. Misalnya, jika Anda ingin menikmati buah anggur segar, Anda bisa memilih jenis anggur meja yang memiliki buah besar, manis, dan berair. Jika Anda ingin membuat wine, Anda bisa memilih jenis anggur wine yang memiliki buah kecil, asam, dan berkulit tebal.

Berikut ini adalah tabel perbandingan beberapa jenis anggur yang populer ditanam di Indonesia.

Jenis AnggurWarna BuahUkuran BuahRasa BuahAroma BuahKebutuhan IklimKebutuhan TanahTujuan
Red GlobeMerah keunguanBesar (20-30 gram)Manis (16-18% gula)Sedikit adaSedang sampai panas (25-35°C)Gembur, subur, drainase baik, pH 6-7Meja
Flame SeedlessMerah cerahSedang (5-7 gram)Manis (18-20% gula)Tidak adaSedang sampai panas (25-35°C)Gembur, subur, drainase baik, pH 6-7Meja
Thompson SeedlessHijau kekuninganKecil (3-5 gram)Manis (17-19% gula)Tidak adaSedang sampai panas (25-35°C)Gembur, subur, drainase baik, pH 6-7Meja, anggur kering
Manicure FingerMerah muda keunguanPanjang dan ramping (2-3 gram)Manis (16-18% gula)Tidak adaSedang sampai panas (25-35°C)Gembur, subur, drainase baik, pH 6-7Meja
Cabernet SauvignonBiru tua kehitamanKecil (1-2 gram)Asam (6-8% gula)Kuat dan khasSejuk sampai sedang (15-25°C)Berpasir, berkapur, berbatu, pH 5-6Wine
MerlotBiru tua kehitamanKecil (1-2 gram)Asam (6-8% gula)Lembut dan halusSejuk sampai sedang (15-25°C)Berpasir, berkapur, berbatu, pH 5-6

Siapkan Lahan yang Gembur, Subur, dan Drainase Baik

Langkah kedua yang harus Anda lakukan setelah memilih jenis anggur yang sesuai adalah menyiapkan lahan yang gembur, subur, dan drainase baik untuk menanam bibit anggur. Hal ini penting karena tanah yang berkualitas akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman anggur Anda.

Berikut ini adalah beberapa tips dan langkah-langkah cara menyiapkan lahan untuk menanam anggur:

  • Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh selama 6-8 jam per hari. Anggur adalah tanaman yang membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan gula.
  • Cek pH tanah dengan menggunakan alat pengukur pH atau kertas lakmus. Anggur adalah tanaman yang menyukai tanah yang sedikit asam sampai netral, yaitu pH 5-7. Jika pH tanah terlalu asam atau terlalu basa, Anda bisa menambahkan kapur atau pupuk organik untuk menyeimbangkannya.
  • Gemburkan tanah dengan menggunakan cangkul atau bajak sampai kedalaman 30-40 cm. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, dan memudahkan akar tanaman anggur menembus tanah.
  • Campurkan pupuk organik, seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau, ke dalam tanah dengan perbandingan 1:4. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dan kandungan hara tanah.
  • Buat lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak antara lubang 2-3 meter. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang yang cukup bagi tanaman anggur untuk tumbuh dan berbuah.
  • Buat saluran drainase di sekitar lubang tanam dengan kedalaman 10-15 cm. Hal ini bertujuan untuk mencegah genangan air yang bisa merusak akar tanaman anggur.

Berikut ini adalah tabel do and don't dalam menyiapkan lahan untuk menanam anggur:

DoDon't
Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuhPilih lokasi yang terlalu teduh atau terlalu panas
Cek pH tanah dan sesuaikan dengan jenis anggurAbaikan pH tanah atau mengubahnya secara drastis
Gemburkan tanah sampai kedalaman 30-40 cmBiarkan tanah padat atau keras
Campurkan pupuk organik ke dalam tanahGunakan pupuk anorganik atau kimia secara berlebihan
Buat lubang tanam dengan ukuran dan jarak yang sesuaiBuat lubang tanam terlalu besar, terlalu kecil, atau terlalu rapat
Buat saluran drainase di sekitar lubang tanamBiarkan air menggenang di lubang tanam

Pasang Para-Para atau Tiang Penyangga untuk Tempat Merambat Tanaman Anggur

Langkah ketiga yang harus Anda lakukan setelah menyiapkan lahan yang gembur, subur, dan drainase baik adalah memasang para-para atau tiang penyangga untuk tempat merambat tanaman anggur. Hal ini penting karena anggur adalah tanaman merambat yang membutuhkan dukungan untuk tumbuh dan berbuah.

Berikut ini adalah beberapa tips dan langkah-langkah cara memasang para-para atau tiang penyangga untuk tempat merambat tanaman anggur:

  • Pilih bahan para-para atau tiang penyangga yang kuat, tahan lama, dan tidak mudah lapuk, seperti bambu, kayu, besi, atau beton.
  • Pasang para-para atau tiang penyangga di sekitar lubang tanam dengan tinggi 1,5-2 meter. Jika menggunakan para-para, buat bentuk segitiga atau persegi dengan sisi 2-3 meter. Jika menggunakan tiang penyangga, pasang satu tiang di setiap lubang tanam.
  • Tarik kawat baja atau tali rafia di antara para-para atau tiang penyangga dengan ketinggian 50 cm, 100 cm, dan 150 cm dari tanah. Hal ini bertujuan untuk membuat jalur merambat bagi tanaman anggur.
  • Ikat bibit anggur yang sudah ditanam ke para-para atau tiang penyangga dengan menggunakan tali rafia atau karet gelang. Hal ini bertujuan untuk membantu tanaman anggur berdiri tegak dan merambat ke arah yang diinginkan.

Berikut ini adalah tabel do and don't dalam memasang para-para atau tiang penyangga untuk tempat merambat tanaman anggur:

DoDon't
Pilih bahan para-para atau tiang penyangga yang kuat, tahan lama, dan tidak mudah lapukPilih bahan para-para atau tiang penyangga yang rapuh, mudah patah, atau mudah busuk
Pasang para-para atau tiang penyangga di sekitar lubang tanam dengan tinggi 1,5-2 meterPasang para-para atau tiang penyangga terlalu tinggi, terlalu rendah, atau tidak sejajar
Tarik kawat baja atau tali rafia di antara para-para atau tiang penyangga dengan ketinggian 50 cm, 100 cm, dan 150 cm dari tanahTarik kawat baja atau tali rafia terlalu kencang, terlalu kendur, atau tidak seimbang
Ikat bibit anggur ke para-para atau tiang penyangga dengan menggunakan tali rafia atau karet gelangIkat bibit anggur terlalu erat, terlalu longgar, atau tidak rapi

Panen Buah Anggur Ketika Sudah Matang Sempurna dan Simpan dengan Baik

Langkah kelima dan terakhir yang harus Anda lakukan setelah melakukan penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama secara rutin dan tepat adalah memanen buah anggur ketika sudah matang sempurna dan menyimpannya dengan baik. Hal ini penting karena panen dan penyimpanan yang tepat akan mempengaruhi kualitas dan kesegaran buah anggur Anda.

Berikut ini adalah beberapa tips dan langkah-langkah cara memanen buah anggur ketika sudah matang sempurna dan menyimpannya dengan baik:

  • Panen. Anda bisa memanen buah anggur ketika sudah matang sempurna, yaitu ketika warna, rasa, aroma, dan tekstur buah sudah sesuai dengan jenisnya. Anda bisa memeriksa kematangan buah anggur dengan cara-cara berikut:
    • Lihat warna buah. Buah anggur yang matang biasanya berubah warna dari hijau menjadi merah, ungu, kuning, atau putih, tergantung jenisnya. Namun, ada juga beberapa jenis anggur yang tidak berubah warna saat matang, seperti Thompson Seedless atau Anggur Jawa.
    • Rasakan tekstur buah. Buah anggur yang matang biasanya memiliki tekstur yang kenyal, padat, dan berair, tidak lembek atau kering.
    • Cium aroma buah. Buah anggur yang matang biasanya memiliki aroma yang khas dan harum, tidak bau apek atau busuk.
    • Cicipi rasa buah. Buah anggur yang matang biasanya memiliki rasa yang manis, asam, atau asam manis, tergantung jenisnya. Anda bisa menggunakan alat pengukur kadar gula (refraktometer) untuk mengetahui rasa buah anggur secara objektif.
  • Cara memanen buah anggur adalah dengan menggunakan gunting tajam dan bersih untuk memotong tangkai buah anggur dari cabang tanaman. Potong tangkai buah anggur sepanjang 5-10 cm dari buah agar tidak mudah lepas atau rusak. Jangan memetik atau menarik buah anggur secara langsung karena bisa menyebabkan buah pecah atau luka. Juga, jangan memanen buah anggur saat basah karena bisa menyebabkan jamur atau busuk.
  • Simpan. Anda bisa menyimpan buah anggur di tempat yang sejuk, kering, dan bersih untuk menjaga kesegarannya. Anda bisa menyimpan buah anggur dengan cara-cara berikut:
    • Bungkus tangkai buah anggur dengan kertas basah atau kapas basah untuk mencegah kehilangan air atau dehidrasi.
    • Letakkan buah anggur di dalam wadah yang bersih dan berlubang-lubang untuk sirkulasi udara. Anda bisa menggunakan keranjang bambu, kotak plastik, atau kantong jaring.
    • Susun buah anggur di dalam wadah dengan hati-hati agar tidak menimbulkan tekanan atau gesekan yang bisa merusak buah.
    • Simpan wadah berisi buah anggur di dalam lemari es atau ruang pendingin dengan suhu 0-5°C dan kelembaban 90-95%. Jangan simpan buah anggur di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas karena bisa menyebabkan pembekuan atau pematangan berlebihan.
    • Konsumsi atau olah buah anggur dalam waktu 1-2 minggu setelah panen agar tidak kehilangan kualitas atau rasa.

Berikut ini adalah tabel do and don't dalam memanen buah anggur ketika sudah matang sempurna dan menyimpannya dengan baik:

DoDon't
Periksa kematangan buah anggur dengan melihat warna, rasakan tekstur, cium aroma, dan cicipi rasaAbaikan kematangan buah anggur atau memanen buah anggur yang belum matang atau terlalu matang
Potong tangkai buah anggur dengan gunting tajam dan bersihPetik atau tarik buah anggur secara langsung
Bungkus tangkai buah anggur dengan kertas basah atau kapas basahBiarkan tangkai buah anggur terbuka atau kering
Letakkan buah anggur di dalam wadah yang bersih dan berlubang-lubangLetakkan buah anggur di dalam wadah yang kotor atau tertutup rapat
Susun buah anggur di dalam wadah dengan hati-hatiSusun buah anggur di dalam wadah dengan sembarangan atau menumpuk
Simpan wadah berisi buah anggur di dalam lemari es atau ruang pendingin dengan suhu 0-5°C dan kelembaban 90-95%Simpan wadah berisi buah anggur di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas
Konsumsi atau olah buah anggur dalam waktu 1-2 minggu setelah panenBiarkan buah anggur terlalu lama tidak dikonsumsi atau diolah

FAQ tentang Cara Menanam Anggur di Pekarangan Rumah untuk Pemula

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering ditanyakan tentang cara menanam anggur di pekarangan rumah untuk pemula:

  • Q: Apakah bisa menanam anggur dari biji?
  • A: Bisa, tetapi tidak disarankan karena hasilnya tidak pasti dan membutuhkan waktu yang lama. Lebih baik menanam anggur dari bibit yang sudah siap tanam, seperti stek, okulasi, atau cangkok.

  • Q: Apakah bisa menanam anggur di pot?

  • A: Bisa, tetapi harus memilih jenis anggur yang cocok untuk ditanam di pot, seperti Anggur Bali atau Manicure Finger. Juga, harus memilih pot yang cukup besar, gembur, subur, dan drainase baik. Serta, harus memasang tiang penyangga untuk tempat merambat tanaman anggur.

  • Q: Apakah bisa menanam anggur di dataran rendah?

  • A: Bisa, tetapi harus memilih jenis anggur yang tahan terhadap iklim tropis dengan curah hujan tinggi, seperti Anggur Jawa atau Anggur Medan. Juga, harus menciptakan mikro iklim dengan menggunakan naungan atau atap plastik untuk mengatur suhu dan kelembaban.

  • Q: Apakah bisa menanam anggur di dataran tinggi?

  • A: Bisa, tetapi harus memilih jenis anggur yang tahan terhadap iklim subtropis dengan musim kemarau panjang, seperti Cabernet Sauvignon atau Riesling. Juga, harus memperhatikan pH tanah dan menyediakan air yang cukup untuk penyiraman.

  • Q: Apakah bisa menanam anggur bersama tanaman lain?

  • A: Bisa, tetapi harus memilih tanaman yang tidak bersaing atau mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman anggur, seperti bunga, sayuran, atau rempah-rempah. Juga, harus mengatur jarak tanam dan rotasi tanaman agar tidak terjadi penularan penyakit atau hama.
cara menanam anggur panduan praktis pekarangan rumah pemula tips dan langkah-langkah
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar